04 Februari 2011

Menumbuhkan Kembali Semangat Gotong Royong

Mengendornya semangat kegotongroyongan di masyarakat perlu segera diantisipasi denganmemperkuat komitmen kita bersama untuk terus menumbuhkan semangat peduli terhadap sesama, meneguhkan rasa tanggung jawab bersama dan memantapkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, kebersamaan dalam bentuk gotong royong akan memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa dan kelurahan sehingga tercipta keharmonisan kehidupan bersama, yang akan bermuara pada penguatan persatuan bangsa dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Telah kita ketahui bersama bahwa nilai-nilai gotong royong telah tumbuh dan berkembangdalam masyarakat kita sebagai bagian dari sistem budaya bangsa. Di masa lalu, banyak daerahdalam lingkup NKRI yang menempatkan gotong royong sebagai bagian dari tradisi kehidupanmasyarakat. Karena sudah menjadi semacam tradisi, gotong royong telah diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat kita di manapun berada, tanpa membedakan suku, ras maupun agama. Walaupun nama dan istilah gotong royong ini berbeda untuk beberapa daerah di Indonesia, seperti ”ngayah” di Propinsi Bali, ”Mapalus” di Minahasa Sulawesi Utara, atau ”gugur gunung” di Jawa, namun penerapan dalam kehidupan tetap sama, yakni saling membantu dan tolong menolong, dalam suasana suka maupun duka. Hal tersebut menunjukkan bahwa gotong royong telah menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.Bila hal itu dioptimalkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat tentu akan menjadi kekuatan besar untuk dapat mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi idaman kita bersama.
Di era globalisasi ini, semangat gotong royong memang harus dikembangkan dalam rangka
mendukung program pemberdayaan masyarakatperwujudan semangat gotong royong harus
ditunjukkan dengan upaya melibatkan segenap komponen masyarakat dalam penggarapan program sejak perencanaan hingga pengawasan dan monitoring agar hasilnya lebih baik, lebih bisa diterima, dan memberi manfaat secara optimal.
Gotong royong merupakan sumber energi yang tidak ada habisnya untuk memecahkan berbagai persoalan di masyarakat pada saat sekarang dan di masa mendatang yang makin kompleks. Juga menjadi sumber inspirasi untuk menggiatkan kembali program-program pemberdayaan masyarakat.
Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sekarang ini semangat kegotongroyongan jauh mengendor dibandingkan masa lalu. Di masyarakat, hal ini tampak sekali dengan semakin sedikitnya orang-orang yang terlibat dalam aktivitas kerja bakti dan kegiatan sosial lainnya, kecuali dari kalangan generasi tua yang terus berupaya menjaga dan melestarikan tradisi yang telah mengakar dari nenek moyang kita.Sementara kalangan remaja semakin asyik dengan produk-produk hasil kemajuan teknologi seperti telepon seluler, televisi, radio, tape recorder, internet, game, dan sebagainya yang membuat mereka egois dan cenderung tidak mempedulikan orang lain. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda untuk melanjutkan tradisi nenek moyang kita yang sudah mulai pudar ini. Suatu kebanggaan kita sebagai generasi muda ikut menjaga dan melestarikan nilai nilai kegotongroyongan khususnya odah etam Kota Bangun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda komentar di bawah ini. Saya harap tidak memberikan komentar spam. Jika ada komentar spam dengan sangat terpaksa akan saya hapus.

Buat teman-teman yang ingin tukaran link dengan blog ini saya persilahkan post di kolom komentar ajah

Terimakasih atas perhatiannya.